Type something and hit enter

On

Renungan pagi hari ini 2020 - Shalom saudara-saudara yang dikasihi Tuhan Yesus Kristus. Salam kebajikan dan sejahtera buat saudara semua dimanapun saudara berada. Damai dan sukacita oleh Roh Kudus melimpah senantiasa dalam hati dan kehidupan saudara semua. Mari kita simak renungan pagi ini.

renungan pagi hari ini 2020

Ayat renungan pagi hari ini terdapat di dalam Roma 6:6


Tertulis demikian karena kita tahu bahwa manusia lama kita telah turut disalibkan. Supaya tubuh dosa kita hilang kuasanya, agar jangan kita menghambakan diri lagi kepada dosa. Saudara yang dikasihi Tuhan, Oleh karena kuasa anugerah Allah di dalam Kristus Yesus melalui pengorbananNya di kayu Salib.


Kita telah dimerdekakan dari perhambaan dosa manusia lama kita telah turut disalibkan bersama Kristus. Artinya segala keinginan daging yang tidak yang tidak benar di hadapan Tuhan segala hawa nafsu dosa. Semua kebiasaan hidup berdosa telah disalibkan. Dan hidup kita sekarang ini adalah hidup dalam kuasa kebenaran Kristus.


Baca juga: Kumpulan santapan harian & renungan rohani hari ini


Ada satu pertanyaan mengenai apakah orang yang sudah percaya pada Tuhan Yesus bisa mengalami kejatuhan dalam dosa?Jawabannya adalah bisa. Saudara bisa saja dalam aktivitas hidup kita mengalami kejatuhan dalam dosa. Tapi ketika dosa itu telah terjadi ketika dosa itu kita lakukan, kita akan bertobat dan tidak akan mengulanginya lagi.


Kita tidak akan terus-menerus melakukan dosa itu, saudara. Kita akan minta ampun dan berusaha untuk hidup benar seturut dengan kehendak Tuhan. Ada Roh Kudus di dalam kita diberikan oleh Tuhan yang menegur kita yang mengingatkan kita akan dosa.


Sehingga kita tidak akan tenang, kita tidak akan merasa damai sejahtera bila ada dosa dalam kehidupan kita. Berbeda dengan jatuh dalam dosa. Hidup dalam dosa berarti melakukan dosa terus menerus. Mungkin saja ada permintaan ampun pada Tuhan, tapi setelahnya berbuat dosa lagi dan lagi.


Tobatnya tidak sungguh-sungguh. Ada sebuah ilustrasi supaya kita lebih mengerti apa perbedaan jatuh dalam dosa dan hidup dalam dosa. Seekor kerbau dan anak petani sama-sama kotor berlumpur, sehabis pulang dari sawah. Anak petani ini sempat terjatuh saat di sawah dan membuat badannya berlumpur pada saat pulang ke rumah.


Kerbau langsung menuju kandang dan tidak mandi, dan si kerbau ini merasa biasa-biasa saja tidak menjadi masalah buatnya. Tapi anak petani akan mandi untuk membersihkan dirinya dari lumpur karena ia merasa tidak nyaman bila tubuhnya kotor.


Baca juga: Kumpulan kata bijaksana Kristen yang menguatkan


Saudara yang dikasihi Tuhan. Kita sebagai orang percaya yang telah ditebus oleh Tuhan berbeda dengan orang-orang yang masih hidup dalam dosa. Kita tidak akan merasa damai bila ada dosa. Pelanggaran dalam hidup kita, kita pasti akan meminta ampun kepada Tuhan dan tidak akan mengulangi lagi kesalahan yang sama.


Saudara yang dikasihi Tuhan. Jangan pandang enteng dosa. Jangan sampai kita ingin jatuh ke dalam dosa. Dosa selalu punya konsekuensi buruk dalam hidup kita. Jika saudara telah berbuat dosa, jangan menjauh dari Tuhan. Jangan tinggalkan Tuhan dan merasa tidak ada lagi anugerah pengampunan buat saudara. Jadikan bahan renungan pagi hari ini.


Tuhan mau mengampuni dan menerima saudara dengan tangan kasih-Nya yang terbuka. Dalam 1 Yohanes 1:9, tertulis, Jika kita mengaku dosa kita maka Ia adalah setia dan adil, sehingga Ia akan mengampuni segala dosa kita dan menyucikan kita dari segala kejahatan.


Bila ada diantara saudara yang masih hidup dalam dosa, ambillah tindakan, hari ini, saat ini untuk berbalik 180° dan bertobat sungguh-sungguh dalam hidup kebenaran. Dan sebagai renungan pagi Kristen hari ini.


Ayat Firman Tuhan dalam Roma 6:6 mengatakan "Karena kita tahu, bahwa manusia lama kita telah turut disalibkan, supaya tubuh dosa kita hilang kuasanya, agar jangan kita menghambakan diri lagi kepada dosa


Ayat ini berbicara kepada kita tentang 3 hal;


1. Kehidupan dan kebiasaan lama yang berdosa sudah kita tinggalkan sudah disalibkan bersama Kristus.


2. Kuasa dosa dalam tubuh kita telah dikalahkan oleh kuasa Darah Kristus, sehingga kita tidak lagi dikuasai oleh keinginan-keinginan dosa.


3. Kita bukan lagi hamba dosa, melainkan hamba kebenaran. Karena itu kerinduan kita adalah melakukan kehendak Tuhan.


Mari kita berdoa sebagai bahan renungan pagi hari ini;


Bapa di dalam surga, Bapa di dalam nama Tuhan Yesus Kristus, Terima kasih untuk kebenaran FirmanMu yang mengingatkan kami bahwa kami sudah ditebus dan manusia lama kami telah disalibkan bersama dengan Engkau.


Kehidupan kami yang lama sudah menjadi masa lalu sudah kami tinggalkan dan hidup kami yang sekarang ini adalah hidup dalam kuasa kebenaranMu. Sekuat kuasa dosa ikatan-ikatan dosa telah dikalahkan oleh kuasa DarahMu, ya Tuhan Yesus, dan itu memampukan kami untuk hidup benar.


Kami bukan lagi hamba dosa melainkan hamba kebenaran. Kami adalah hamba-hambaMu, ya Tuhan Kami mau taat dan setia kepada Mu. Ampunilah kami akan dosa dan kesalahan kami. Perbaharui kami senantiasa untuk kami selalu berjalan di dalam kehendakMu, ya Tuhan. Terima kasih Tuhan dalam nama Tuhan Yesus Kristus kami berdoa dan mengucap syukur. Haleluya, Amin.


Baca juga: Kumpulan doa-doa dan belajar berdoa Kristen


Bacaan Pertama: Yud 1:20b-25; Mazmur Tanggapan: Mzm 63:2,3-4,5-6


"Dengan kuasa manakah Engkau melakukan hal-hal itu? Dan siapakah yang memberikan kuasa itu kepada-Mu, sehingga Engkau melakukan hal-hal itu?"(Mrk 11:28).


Kuasa. Yang diperlukan dalam melihat kuasa adalah menaruh kepercayaan penuh pada Sang Empunya kuasa itu. Siapa yang empunya kuasa?. Dalam Bacaan Injil diatas, kita dapat baca bahwa yang empunya kuasa adalah Allah Bapa dengan Pengantaraan Yesus Kristus, Putera-Nya yang tunggal. 


Pada Bacaan Injil sebelumnya, kita membaca bahwa Yesus mampu menjadi tabib diatas segala tabib. Ia mampu melakukan mukjizat penyembuhan, salah satunya membuka mata seorang pengemis yang buta, Bartimeus (bdk Mrk 1:46-52) dan masih banyak mukjizat yang dilakukan oleh Yesus Kristus, Sang Tabib diatas segala tabib.


Baca juga: Renungan singkat Kristen tentang kasih


Namun dunia sudah jatuh kedalam dosa, dunia telah merubah Bait Allah menjadi sarang penyamun. Sang Putera Allah telah datang kedunia membawa keselamatan, namun hati manusia tetap degil dan menanyakan “dengan kuasa manakah Engkau melakukan hal-hal itu? Dan siapakah yang memberkan kuasa itu kepada-Mu, sehingga Engkau melakukan hal-hal itu? (Mrk 11:28). 


Itu semua karena ketidakpercayaan. Bartimeus dan ahli-ahli Taurat adalah kedua contoh antara percaya dan ketidakpercayaan. Hendaklah kita mengikut jejak Bartimus yang percaya akan “kuasa” Yesus. Bagaimana menaruh kepercayaan agar tetap bertahan sampai kuasa Yesus turun atas kita?.


Memiliki keyakinan penuh dengan cara:


Mengenal Tuhan lebih mengenai hati (kepercayaan) bukannya pikiran logika, atau kepala. Jika Anda mendekati keyakinan dari alasan ini. Anda akan melihat bahwa percaya pada Tuhan bukan mengenai mengumpulkan fakta berwujud, namun bercermin pada dampak yang Ia buta pada Anda dan orang lain.


Jika Anda mendekati Tuhan dari pandangan ilmiah, Anda akan menemui bahwa kepercayaan bukan berdasarkan materi namun dari analisa pribadi spiritual. Karena Tuhan umumnya dipandang sebagai roh dan bukan badan. Ia tidak bisa dikur secara fisik. Ia bisa diukur dengan hal tak berwujud, seperti mengakui: Kehadiran-Nya, kepercayaan kita, ditambah emosi dan reaksi.


Pikirkan semua hal yang Anda percaya


Iman yang teguh. Jika kita sungguh-sungguh memiliki iman yang teguh bahwa hanya Yesus hanya satu-satunya Tuhan dan Penyelamat kita, maka kita akan terus bergantung dan menaruh kepercayaan penuh kepada-Nya.


Sudahkah kita (anda dan saya) menaruh kepercayaan penuh pada kuasa Allah Bapa dengan pengantaraan Putera Tunggal-Nya, Tuhan kita Yesus Kristus? Amin. Semoga Tuhan Yesus Kristus memberkati!.


Baca juga: Renungan motivasi Kristen yang menguatkan keyakinan


Puji Tuhan saudara yang dikasihi Tuhan. Saya percaya Firman Tuhan menjadi berkat dan kekuatan buat saudara semua. Dan Roh Kudus akan memberikan pemahaman yang lebih dalam tentang kebenaran Firman Tuhan. Tuhan Yesus memberkati saudara semua, sampai jumpa dalam renungan pagi ini yang berikutnya. Haleluya.


Sekian renungan pagi hari ini 2020 untuk umat Kristiani. Semoga membantu mengawali hari dengan kebaikan dan pemanfatan hidup yang lebih baik lagi.

0 komentar